Minggu, 24 Januari 2016

Kisah Nabi Musa as.

Assalamualaikum
Sobat blog dimanpun kalian berada semoga keberkahan dan kebaikkan selalu menyertai kalian, kalian tau kan kisah inspiratif dari para Nabi. Nah sekarang saya akan sedikit menceritakan kembali kisah Nabi Musa as yang dihanyutkan oleh ibu kandungnya sendiri. Kisah ini tertera dalam Al quranul Kariem Surat Thaha 36-40.
"Allah berfirman: "sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa. Dan sesungguhnya kami telah memberikan nikmat kepadamu pada kali yang lain. Yaitu ketika kami mengilhamkan kepada ibumu sesuatu yang diilhamkan . Yaitu: "Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti. Kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir'aun) musuhKu dan musunhnya. Dan aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh dibawah pengawasan Ku. (Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu ia berkata kepada (Keluarga Fir'aun): "bolehkah saya menunjukkan kepadamuorang yang akan memeliharanya?" Maka kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan. Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan Musa" (Qs. Thaha [20]: 36-40)

         Bayi Musa ditemukan oleh istri Firaun yang pada saat itu sangat menginginkan sekali seorang anak. Ketika istri Firaun berada di sungai, dia melihat sebuah keranjang bayi lalu dia menghalaunya. Ternyata ada seorang bayi laki-laki yang menawan hatinya. Diapun bercerita kepada suaminya bahwa dia ingin sekali memiliki bayi tersebut.



Saat bayi Musa dibawa keistana Asiah istri Firaun sangat senang dan berniat untuk mencarikan ibu susu untuk bayi Musa. Sudah beberapa orang didatangkan untuk menyusui bayi Musa namun selalu menolak. Dan ada seorang anak perempuan yang menawarkan jasa ibunya untuk menjadi ibu susu bagi Bayi Musa, lalu Asiahpun mengijinkan ibu itu untuk menyusui bayi Musa dan bayi Musapun mau menyusu kepada ibu tersebut. Ternyata ibu tersebut adalah ibu kandungnya dan perempuan itu adalah kakak perempuannya Musa. Ibu Musapun mendapatkan dua keuntungan, yang pertama ia dapat menyusui anak kandungnya sendiri yang sengaja ia buang karena takut Firaun akan membunuh bayi tersebut sebab diramalkan akan ada seorang lelaki yang nantinya akan menghancurkan kekuasaan Firaun oleh karena itu Firaun memerintahkan para algojonya untuk membunuh setiap anak lelaki yang baru lahir. Dan yang kedua ibu Musa memdapatkan penghasilan dari pekerjaan yang ia senangi.

Sampai saatnya tiba ibu Musa tidak dapat lagi berdekatan dengan bayi Musa, karena bayi Musa sudah cukup umurnya untuk berhenti menyusui kira-kira usianya dua tahun. Hal sebaliknya terjadi pada Asiah yang sangat senang karena ia dapat berdekatan selalu dengan bayi Musa yang ia angkat menjadi anak. Lalu iapun membawanya kepada Firaun yang saat itu sedang duduk di kamarnya. Tiba-tiba bayi Musa menarik janggut Firaun, Firaunpun sangat marah besar akan hal itu. Kemudian ia menyuruh algojonya untuk membunuh bayi Musa. Namun Asiah tidak tinggal diam dan memohon agar Firaun tidak melakukan hal tersebut.
   Akhirnya Firaun pun membuat persyaratan akn hal tersebut. Bayi Musa akan diberi dua pilihan yaitu batu bara dan permata. Jika bayi Musa memilih permata itu artinya bayi tersebut sudah memiliki akal. Tapi jika bayi tersebut memilih batu bara lalu memakannay berarti dia lolos dari penggalan para algojo Firaun. Dan Allah lah Yang Maha Kuasa.
Nah, itu lah sedikit cerita daru Nabi Musa. Semoga dapat menambah hasanah kawan blog ya,,. Wassalam :)